KINERJA PEMDA DALAM MENGATASI KASUS COVID – 19 YANG TAK KUNJUNG SURUT

Setiap hari selalu ada kasus COVID – 19 yang memakan korban jiwa, dari mulai yang positif tekerna hingga meninggal dunia. Meningkatnya kasus positif Covid – 19 ini tidak kunjung menemukan titik terang, bahkan grafik yang dilihat terus meningkat. Yang di mana membuat rumah sakit kapasitasnya menjadi penuh. Banyak cara yang sudah dilakukan untuk dapat memutus rantai dari virus corona ini, dari protokol kesehatan yang dikerahkan, hukuman bila tidak mematuhi protokol kesehatan tersebut, hingga melakukan lockdown yang membuat segala bentuk dari aktvitas menjadi terhenti.

Apalagi aktivitas perusahaan dan bisnis, yang mengharuskan para pegawainya untuk bekerja dari rumah. Tetapi untuk bisnis menjadi sebuah ancaman yang nyata, yang di mana menurunnya daya beli masyarakat terhadap suatu barang. Tetapi lebih baik pemerintah untuk lebih memfokuskan kepada virus corona terlebih dahulu, bagaimana cara mengatasinya hingga jalan keluar dari permasalahan ini.

Pada tanggal 9 September kemarin pasien positif COVID – 19 sudah menyentuh sampai dengan angka 203.342 orang. Angka yang terus bertambah pada setiap harinya ini menjadi sebuah ancaman pada keberlangsungan hidup umat manusia, jika tidak cepat – cepat ditangani. Di Indonesia sendiri angka yang paling banyak pasien terdeteksi positif corona ini ada pada ibu kota Jakarta, lalu yang kedua pada provinsi Jawa Timur dan yang ketiga adalah Jawa Barat.

Situasi yang semakin genting ini, meminta pemerintah daerah untuk menjalankan aksinya yang di mana mempersiapkan rumah sakit darurat untuk para pasien positif COVID – 19 ujar Dewi Nur Aisyah selaku anggota dari Tim dalam penanganan COVID – 19. Dengan adanya rumah sakit darurat bisa menampun pasien yang terkena positif corona tetapi tidak bisa mengisolasi diri di rumah.

“Ini kenapa akhirnya pemerintah daerah juga harus siap dengan rumah sakit darurat ketika memang ada masyarakat yang tidak memungkinkan kondisi rumahnya untuk isolasi mandiri,” * Ucapnya.

Virus yang satu ini sangat cepat menyebarnya salah satunya itu melalui sentuhan, sehingga harus dipisahkan dari keluarganya. Ini adalah cara yang terbaik agar, satu keluarga tidak turut tertular juga.

Melihat keadaan yang kian hari kian kritis ini membuat Gubenur Jakarta memutuskan untuk melalukan kembali PSBB, yang di mana sebelumnya langkah satu ini sudah pernah dilakukan. Langkah yang dilakukannya ini, tentunya melalui proses yang sudah difikirkan sebelumnya. PSBB jilid dua ini sudah diberlakukan pada tanggal 14 September lalu.

“Dalam rapat gugus tugas percepatan pengendalian Covid-19 di Jakarta, disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu,” * ucap Anies.

Selain itu langkah dari PSBB jilid dua ini didukung dari anjuran Pak Presiden Joko Widodo, yang memikirkan bahwa kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat menjadi priotitas nomor satu.

Jangan menganggap enteng soal protokol kesehatan, karena ini diberlakukan pun untuk kesehatan diri sendiri. Jika tidak mematuhi akan ada sanksinya, tetapi terkadang masih saja orang – orang mengabaikan protokol kesehatan karena memang sanksi yang ada belum terlalu kuat.

Ini membuat Dini selaku juru bicara presiden, agar pemerintah daerah mengeluarkan peraturan daerah  lebih cepat lagi. Jadi orang – orang yang melanggar protokol kesehatan bisa mendapatkan sanksi tegas. “Upaya penegakan kedisiplinan harus masif di seluruh daerah agar hasilnya efektif,” * ujar Dini.


MASYARAKAT TIDAK YAKIN DENGAN WABAH COVID – 19 HINGGA BUAT HEBOH OBAT COVID – 19

Pandemi corona ini yang makin hari semakin menjadi, bahkan sudah berangsur – angsur berapa bulan tetapi tidak ada penurunan dari pasien dan jumlah korban yang meninggal. Membuat pemerintah sangat memutar otak untuk mengatasi COVID – 19 ini. Menurut Devie Rahmawati selaku Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia yang menjelas kan tentang seseorang yang tidak yakin dengan ada nya wabah COVID – 19 ini. Karena para masyarakat akan lebih yakin dengan sebuah penyakit atau wabah yang sedang menyerang, yang menunjuk kan gejala nya secara nyata atau yang dapat di lihat langsung oleh mata, contoh nya seperti penyakit cacar.

Iksaka Banu seorang penulis kisah sejarah yang menutur kan bahwa pada tahun 1644 terdapat penyakit menular yang menyerang masyarakat di Indonesia, penyakit itu bernama virus variola. Karena ketika itu teknologi nya masih seada nya membuat virus yang menyebar itu tidak memiliki penangkal nya atau disebut vaksin. Sehingga virus variola atau yang di kenal dengan sebutan cacar ini mengambil nyawa masyarakat. Awal mula nya, masyarakat mengira bahwa cacar yang merupakan sebuah penyakit itu adalah kutukan yang diturun kan dari roh halus. Tetapi pada saat itu masyarakat tetap percaya dengan virus yang menyebar itu dikarena kan mereka dapat melihat gejala nya secara langsung.

“Sebagian warga tidak percaya Covid-19 soalnya mereka tahunya, yang namanya penyakit itu nampak. Bisa dilihat oleh mata gejalanya. Cacar misalnya. Keduanya sama-sama dari virus, menular, dan mematikan, tapi bedanya kalau cacar kan kelihatan di kulit,” * kata Devie, Jumat (4/9/2020).

Selain itu, faktor yang mendukung masyarakat menjadi tidak yakin dengan keberadaan COVID – 19 ini adalah ada nya kabar hoaks yang menyebar di masyarakat. Ada juga yang menjadi pendukung lain nya yaitu perdebatan teori COVID – 19 yang menyebar di masyarakat, yang padahal belum tentu kabar itu benar ada nya. Maka dari itu masyarakat sebaik nya lebih berhati – hati dalam membaca dan mempercayai suatu berita yang beredar, karena bila tidak ada bukti dan keterangan yang valid berita tersebut di ragukan ada nya. Berita hoax ini dapat menimpa siapa saja, hingga ke orang yang berpendidikan sekali pun.

Pada tanggal 5 Agustus, ada laporan yang menyampaikan tentang kasus hoaks mencapai 1.000 terkait COVID – 19, dan juga sudah menyebar ke 2.000 platform digital ini menurut Kementerian  Komunikasi dan Informatika (Kemekominfo).

Selain itu Guru Besar FISIP UI menutur kan, bahwa masyarakat kalangan bahwa tidak yakin dengan ada nya keberadaan COVID – 19, karena itu tidak ada nya gejala yang memang Nampak dan terlihat langsung oleh mata.

Hadirnya obat COVID – 19

Hadi Pranoto membeber kan kepada masyarakat luas bahwa obat dari COVID – 19 ini sudah ada. Dia yang menganggap diri nya adalah seorang professor mikrobiologi yang mengungkap kan bahwa dia sudah membuat sebuah obat herbal yang dapat menghilang kan dan mencegah corona.

“Ya, obat untuk Covid-19. Bisa menyembuhkan dan bisa mencegahkan. Kalau vaksin itu disuntikkan, tapi kalau ini diminum,” * ungkap Hadi Pranoto.

Setelah ungkapan Hadi kepada publik ini membuat pihak – pihak dari kesehatan dan pengawas obat banyak yang melurus kan kabar ini.

“Dalam hal ini, kita harus merujuk kepada Badan POM sebagai pemegang otoritas,” * ucap Daeng.

Karena untuk mengeluar kan sebuah obat itu melewati proses pengembangan yang tidak sebentar, banyak sekali tahapan – tahapan yang harus di lewati dan itu tidak semudah itu.

DESAS DESUS RESHUFFLE, INI DIA BANTAHAN ISTANA HINGGA PERMINTAAN PRESIDEN KE MENTERI

Persoalan yang sedang di bicarakan tentang pengocokan ulang atau reshuffle kabinet Indonesia maju di situasi pandemi COVID – 19 ini kembali di bicara kan. Tetapi, berbeda dari rencana yang sebelum nya, kali ini tidak di hembuskan oleh pihak istana. Para menteri yang menjadi dilema, setelah mendengar pembicaraan dan rencana tersebut. Meksipun akhir – akhir ini, pihak dari istana sudah membantah tentang rencana dan informasi tersebut.

Rencana dan kabar reshuffle di tubuh kabinet, yang awal nya diberita kan oleh Indonesia police watch (IPW). Menurut IPW, terdapat belasan menteri yang akan di kocok ulang atau reshuffle. Tetapi bukan hanya di ganti, karena beberapa dari mereka ada yang akan di geser untuk menduduki jabatan kementrian yang lain nya.

“Dari info yang di peroleh IPW, sedikitnya ada 11 menteri Jokowi yang akan di-reshuffle dan paling banyak 18,” * kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, pada hari Jumat (21/8/2020).

Lalu, salah satu dari jawaban menteri yang akan di ganti yaitu dari menteri pertahanan prabowo subianto. Mantan danjen kopassus itu yang di gadang – gadang akan di tunjuk sebagai seorang  menteri pertanian, upaya ini di ambil karena sedang berada di situasi menangani program food estate.

Selain itu, neta juga mengatakan bahwa “Beberapa menteri yang duduk di sektor ekonomi yang  juga akan di ubah kembali posisi nya.” *

Di antara nya ada menteri perhubungan, menteri koperasi, menkumham, menpora, mendikbud, menteri pariwisata, menteri perdagangan, menaker, mensos, menteri kominfor, menkes, menteri perindustrian, meneg BUMN, menteri agama, kepala bulog, dan lain – lain yang di katakana oleh Neta.

Lalu Neta juga menambah kan, “bahwa di dalam reshuffle tersebut akan dilakukan penambahan menteri, yang awal nya berasal dari anggota polri dan PDI perjuangan. Meskipun begitu, ada juga nama baru yang hadir sebuah pengocokan ulang. Yang di mana salah satu nya, terdapat putra presiden RI ke enam agus harimurti yudhoyono dan mantan calon wakil presiden, sandiaga uno.” *

Menteri Dilema

Merespon infomasi itu, menteri sekertaris negara praktino mengaku terkaget. Dia pun memastikan bahwa berita yang di edarkan oleh neta itu tidak benar. Termasuk juga kata dia, tentang rencana pergantian kabinet yang di kabar kan akan dilakukan sesudah pergantian jabatan panglima TNI.

“Kita semua terkejut dengan rilis yang mengatakan ada 18 menteri yang akan di-reshuffle. Itu tidak benar karena hari-hari ini kita konsentrasi untuk menghadapi krisis kesehatan dan krisis perekonomian,” * tegas Pratikno  pada hari Sabtu (22/8/2020).

Meskipun begitu kabar dari pengocokan ulang kabinet ini pernah membuat beberapa menteri menjadi kebingungan. Karena, ada kabar yang mengatakan bahwa para menteri tidak di perbolehkan untuk melakukan bepergian keluar kota pada tanggal 22 agustus.

Pak presiden Jokowi memberikan penekanan untuk masalah ini, yang di mana para menteri dan jajaran nya harus terus fokus bekerja dalam mengatasi krisis yang di akibat kan dari pandemi COVID – 19 ini, dan juga memanfaatkan situasi ini untuk melakukan perkembangan yang pesat.

“Rekan-rekan menteri yang diisukan akan di-reshuffle tolong untuk fokus pada tugas masing-masing, saling bersinergi. Karena saat ini rakyat Indonesia memerlukan kecepatan kerja pemerintah dan seluruh jajarannya dan juga dengan seluruh komponen bangsa agar kita segera keluar dari krisis,” * kata Pratikno.